SendyB (@sendybram_) header
SendyB (@sendybram_) profile picture

kadang ngalor kadang ngidul

Indonesia
Joined July 2011
Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)Photo by SendyB (@sendybram_)
Jaman kuliah 2011, dulu di Kaskus ada Forum /Thread Sharing Oil and Gas . Isinya veteran pekerja migas yang saling ngasih insight buat masuk industri. Post traffic nya tinggi, gatheringnya rutin, dlu ada expat Indo (dari Aramco) yg rajin ngasih ilmu.
Indonesians jarang bagi ilmu and help each other -- that's why we never grow: Gua baru dinner sama founder di San Francisco yang hit $500K (Rp 9 miliar) dalam 6 bulan. Yang bikin kaget: dia share semua strategi/playbook dia ke gua, orang yang baru dia kenal. In my experience, this rarely happens in Indo. We don't share learnings and always keep insights to ourselves. Bisa dipaham kenapa -- orang takut lo jadi kompetitor, gengsi, dan competition is tough. Tapi justru itu yang bikin kita stuck: Kompetisi keras → orang gak mau share → fewer people succeed → market tetap kecil → kompetisi makin keras. Kalo orang mau kolaborasi, more people will succeed and the pie gets larger. Kalo gak, pie-nya tetap kecil dan kita cuman rebutan terus.
35
674
31
5,787
245,344
SendyB retweeted
lagi burnout, tapi nemu kalimat ini : pertolongan Allah sering kali datang dipersimpangan terakhir, dititik yang paling kritis, jadi bertahanlah (Qs. At-Talaq : 3)
165
11,401
297
32,754
490,004
Ijin menjawab mas, karena saya orang Muhammadiyah saya akan jawab dari perspektif Muhammadiyah. Mari kita bhahas status Kopi Luwak ini menggunakan perpaduan pendekatan Bayani (nas Al-Qur'an & Sunnah) dan Burhani (sains/biologi) ala Majelis Tarjih.
Kaidah fiqih-nya gimana yaa kopi luwak nih? Keitung najis sehingga haram dikonsumsi atau menjadi halal krn unsur najis tainya disucikan selama proses pembuatan kopi luwak?
23
153
3
571
55,632
Seniorku di kantor, Mas Rio, dijuluki "Tulang Punggung Perusahaan." Setiap ada error, dia yang beresin. Ada kerjaan teman yang mangkrak, dia juga yang ngerjain. Lembur sampai akhir pekan tanpa dibayar pun udah jadi hal biasa. Sampai akhirnya minggu lalu, pas perusahaan lagi launching besar, sistem tiba-tiba down total. Jam 5 sore tepat, Mas Rio nutup laptopnya... lalu pulang. Bos langsung panik. Belasan kali nelepon Mas Rio. Teman-teman satu tim juga spam chat, minta dia balik ke kantor malam itu juga. Besok paginya Mas Rio datang seperti biasa jam 9, wajah santai sambil bawa kopi. Bos langsung marah di depan semua orang, bilang Mas Rio egois dan nggak punya rasa memiliki terhadap perusahaan. Biasanya Mas Rio bakal minta maaf lalu lembur sampai masalah selesai. Tapi kali ini dia cuma nyeruput kopinya, lalu bilang, "Maaf Pak, di kontrak saya tertulis Data Analyst, bukan pemadam kebakaran." Seketika satu ruangan langsung hening. Belakangan baru ketahuan, beberapa bulan terakhir Mas Rio sengaja berhenti jadi "penyelamat." Dia sadar perusahaan nggak pernah nambah orang karena selalu merasa, "Tenang aja, nanti juga Rio yang beresin." Mas Rio pernah bilang, "Selama gue terus jadi pahlawan yang nutupin kesalahan orang lain, mereka nggak akan pernah belajar." Makanya, waktu sistem down kemarin, dia sengaja membiarkan semuanya berjalan sesuai konsekuensinya supaya manajemen sadar kalau masalah sebenarnya ada di sistem kerja tim. Ternyata hasilnya sesuai. CEO sampai turun tangan. Bos yang selama ini suka lempar tanggung jawab kena evaluasi, dan divisinya diaudit. Sementara Mas Rio tetap aman karena semua pekerjaan yang memang jadi tanggung jawabnya selalu selesai dengan baik. Mas Rio juga pernah bilang, "Sering kali kita merasa bersalah kalau nggak nolongin orang. Padahal, terus nolongin orang yang nggak mau belajar itu justru bikin kita capek sendiri." Dulu dia sering stres sampai kena asam lambung. Sekarang dia jauh lebih tenang dan tidurnya lebih nyenyak. Pelajarannya sederhana. Nggak semua masalah harus kita selesaikan. Kadang orang memang perlu menghadapi konsekuensi dari pilihannya sendiri supaya mau berubah. Kita nggak harus jadi pahlawan untuk semua orang. Fokus selesaikan tanggung jawab kita sendiri. Sisanya... biarkan mereka belajar dari akibatnya.
5
93
4
353
28,459
Koran Australia
KORAN BELANDA 29 Juli 2026 𝐀𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐒𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭𝐚𝐧? Ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda memburuk, tetapi Presiden Prabowo Subianto membantah keras bahwa ada masalah. Sebaliknya, ia menyebut para pengkritiknya sebagai “londo ireng” (pengkhianat) dan, untuk sementara ini, tampaknya tidak berniat menghentikan proyek-proyek raksasa yang menghabiskan anggaran sangat besar. Dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak indikator ekonomi yang mengkhawatirkan bermunculan. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berulang kali turun tangan untuk menopang rupiah setelah nilainya merosot ke titik terendah dalam sejarah. Pada saat yang sama, penciptaan lapangan kerja terus melemah dan jumlah pekerjaan yang tersedia menyusut hingga puluhan ribu. Namun Presiden Prabowo bersikeras tidak ada krisis. Menurutnya, Indonesia tetap menjadi salah satu ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan laju pertumbuhan sekitar 5–6 persen. Dalam pidatonya pekan lalu, Presiden bahkan menyerang para pengkritiknya dengan menyebut mereka “londo ireng”. Istilah tersebut pada mulanya merujuk kepada pribumi yang berpihak kepada Belanda pada masa perang kemerdekaan. Kini istilah itu digunakan secara lebih luas untuk menyebut orang Indonesia yang dianggap mengkhianati bangsanya sendiri. “Mereka sudah berbulan-bulan mengatakan Indonesia akan runtuh. Katanya April, lalu Juli. Tapi tidak terjadi apa-apa,” ujar Prabowo dengan nada menyindir. “𝑷𝒓𝒂𝒃𝒐𝒘𝒐𝒏𝒐𝒎𝒊𝒄𝒔” Di balik optimisme Presiden, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya mulai menurun, dari sekitar 80 persen menjadi sekitar 50 persen. Semakin banyak warga Indonesia yang kehilangan kepercayaan terhadap apa yang oleh para pengkritiknya disebut sebagai “Prabowonomics”—model pembangunan yang bertumpu pada peran negara yang sangat dominan, belanja populis, dan eksploitasi sumber daya alam secara lebih intensif. Para investor asing semakin berhati-hati. Kalangan kaya Indonesia juga mulai memindahkan dana mereka ke pusat-pusat keuangan seperti Singapura dan Dubai. 𝑨𝒑𝒂 𝒑𝒆𝒏𝒚𝒆𝒃𝒂𝒃𝒏𝒚𝒂? Walaupun ekonomi masih tumbuh sekitar 5 persen, para ekonom menilai angka tersebut menutupi persoalan struktural yang lebih mendalam. Indonesia masih menggantungkan sebagian besar pendapatannya pada ekspor bahan mentah seperti nikel, batu bara, minyak, gas, emas, kayu, dan minyak sawit. Industri pengolahan memang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, tetapi sebagian besar nilai tambah masih dinikmati perusahaan asing. Manfaat bagi masyarakat Indonesia jauh lebih kecil dibanding keuntungan yang dinikmati kelompok oligarki bisnis. Sementara itu, sektor-sektor yang biasanya mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar justru tertinggal. Berbeda dengan banyak negara Asia Timur, Indonesia belum berhasil mengubah jumlah tenaga kerja mudanya yang besar menjadi basis industri manufaktur yang kompetitif dan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Negara-negara yang sukses melakukan industrialisasi mampu naik kelas dari industri padat karya menuju manufaktur yang lebih maju sehingga melahirkan kelas menengah yang terus berkembang. Sebagian negara tetangga bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menghubungkan pemerintah, universitas, dan dunia usaha untuk mengembangkan serta mengekspor teknologi seperti semikonduktor dan kendaraan listrik. Indonesia dinilai tertinggal dalam proses transformasi tersebut. Para investor juga mengeluhkan kualitas pendidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan industri modern. Regulasi dinilai membingungkan, korupsi masih meluas, dan birokrasi pemerintah sulit diprediksi. Beberapa perusahaan bahkan baru diberi tahu setelah mereka berinvestasi bahwa ekspor komoditas tertentu hanya boleh dilakukan oleh badan usaha milik negara yang baru dibentuk. Ketidakpastian serupa juga terjadi di sektor perkebunan dan pertambangan. Tingkat pengangguran resmi memang berada di bawah 6 persen. Namun angka tersebut dianggap tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Lebih dari separuh penduduk Indonesia bekerja di sektor informal, sebagai pengemudi ojek, pedagang kaki lima, atau buruh lepas. Bahkan lulusan perguruan tinggi pun semakin sulit memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka. Sementara itu, mahasiswa secara rutin menggelar demonstrasi menentang apa yang mereka sebut sebagai “Prabowonomics”, sambil membawa spanduk bertuliskan “Menuju Indonesia Bangkrut?” Ambisi pemerintah sangat besar. Pemerintah ingin membangun lumbung pangan raksasa untuk mencapai swasembada pangan, mendirikan toko desa bersubsidi di 80.000 desa, membangun tiga juta rumah murah, menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil, serta membangun ibu kota baru dengan biaya mencapai ratusan miliar dolar, di samping meningkatkan belanja untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Para ekonom memperingatkan bahwa belanja pemerintah berpotensi melampaui batas defisit anggaran sebesar 3 persen terhadap PDB sehingga dapat menggerus kepercayaan investor. Menurut para pengkritik, Prabowo kerap mengabaikan pihak-pihak yang menyampaikan keberatan. Ia dianggap kurang memperhatikan pertanyaan mengenai kemampuan negara membiayai berbagai proyek ambisius tersebut, sementara pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas utama pemerintahannya. Tahun-tahun mendatang akan menunjukkan apakah Indonesia mampu terus membiayai proyek-proyek mahal tersebut sekaligus mengendalikan inflasi, menjaga kepercayaan terhadap rupiah, dan memastikan utang negara tetap berada dalam batas yang aman. Dengan demikian, pertanyaannya bukan lagi apakah Prabowo merupakan seorang pemimpin yang penuh energi, melainkan apakah visi ekonominya mampu menjamin kemakmuran Indonesia dalam jangka panjang. 𝘕𝘰ë𝘭 𝘷𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘮𝘮𝘦𝘭, 𝘋𝘦 𝘝𝘰𝘭𝘬𝘴𝘬𝘳𝘢𝘯𝘵
76
5,706
107
15,963
242,149
SendyB retweeted
Kesaksian mengejutkan para ahli di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) membuka tabir borok dan kepalsuan retorika program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klaim pemerintah bahwa penarikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) demi membiayai program sentralistik ini dapat menggerakkan ekonomi nasional terbukti hancur berantakan di depan sains dan fakta ekonomi riil. ​Pertama, perihal multiplier effect. Direktur CELIOS Bima Yudistira menegaskan bahwa lonjakan pertumbuhan ekonomi akibat MBG sifatnya sangat semudank temporer. Angka tersebut hanya terdongkrak oleh proyek konstruksi fisik pembangunan dapur SPPG. Celakanya, pembangunan 27.000 titik dapur ini sangat Jawa-sentris (11.000 titik menumpuk di Jawa Barat, sementara di Papua Tengah dan Sulbar bisa dihitung jari). Pasokan bahan bangunannya pun tidak dibeli dari toko bangunan lokal sekitar, melainkan dikuasai rantai pasok pusat. Artinya? Tak ada pemberdayaan ekonomi daerah, yang ada justru perampasan ruang fiskal Pemda. ​Kedua, tingkat kebocoran dan pemborosan (food waste) yang sangat mengerikan. Selain korupsi di level pengadaan barang/jasa yang sudah menyeret pimpinan BGN, tingkat makanan sisa yang terbuang sia-sia akibat ketiadaan kontrol kualitas mencapai Rp1,2 TRILIUN! Fakta pahit ini memicu kesimpulan menohok di sidang MK: program MBG sejatinya lebih tepat disebut sebagai subsidi bagi pakan ternak ketimbang perbaikan gizi anak sekolah. ​Ketiga, mitos sentralisasi anggaran. Alasan pemerintah menarik dana TKD dari daerah dengan dalih "mencegah korupsi di tingkat Pemda" terbukti menjadi blunder terbesar. Menarik anggaran triliunan ke pusat bukannya menghilangkan korupsi, melainkan hanya mendesentralisasikan dan membesarkan skala korupsinya secara masif (mega-corruptions). Ketika triliunan uang pajak rakyat dibakar demi proyek ugal-ugalan yang menyisakan makanan sisa untuk pakan ternak dan skandal hukum pejabat, maka kebijakan ini adalah bencana fiskal nyata! Hentikan sekarang juga. Video : tribun
35
1,304
14
2,237
49,492
SendyB retweeted
Tanggapan Media Askar mengenai pembangunan URI : - Prabowo menyampaikan akan membangun sekolah Kedokteran dan Engineer pada Januari, tapi mengapa realitanya di Bulan Juli justru Pendidikan Kebangsaan -Gubernur dan Wagub yang dilantik adalah seorang TNI, yang tak memiliki track record mengurus kampus Ironi pembangunan URI menurutnya : -Masih banyak mahasiswa yang kesusahan membayar UKT : UGM 500-an, USU 900-an, 60.000 tidak bisa lanjut perguruan tinggi -MK sedang ada uji materi kesejahteraan dosen -490 pemda sedang kesulitan membayar gaji pegawai -fiskal sedang ambruk, justru membangun 10 kampus baru
Diskusi seru malam ini mengenai URI Tim Pro URI : -Ngabalin (Politisi Golkar) -Ahmad Alimudin (Relawan Prabowo Gibran) -Fahd Pahdepie (Bakom RI) vs Tim Oposisi URI : -Media Askar (Celios) -Feri Amsari (Akademisi Tata Negara) -Hikmahanto Juwana (Guru Besar FH UI)
38
325
18
670
119,876
Kalau Ahli Hukum tidak tersinggung dengan Pelanggaran Hukum Sebaiknya dia jadi tukang Sapu Jalanan (Pramoedya Ananta Toer) Setelah MBG dan KDMP muncul Universitas Republik Indonesia tanpa dasar hukum yg jelas, pastinya pemborosan APBN. Masa sa Indonesia mungkem bae? @DPR_RI
180
1,178
37
3,703
223,922
SendyB retweeted
Prof Juwana,Guru Besar FH UI, menangaapi wacana URI yang akan menggunakan professor dari luar negeri untuk mengajar : "emangnya proffesor dari luar negeri dengan gaji seperti kami akan betah?" "tapi jangan kemudian londo kasih remunerasi yang lebih bagus, TIDAK, SAYA TIDAK MAU KALAH SAMA MEREKA! SAYA INGIN DI DUDUKKAN SAMA DENGAN MEREKA!" DINGIN TAPI TIDAK KEJAMMMMM🥶
Diskusi seru malam ini mengenai URI Tim Pro URI : -Ngabalin (Politisi Golkar) -Ahmad Alimudin (Relawan Prabowo Gibran) -Fahd Pahdepie (Bakom RI) vs Tim Oposisi URI : -Media Askar (Celios) -Feri Amsari (Akademisi Tata Negara) -Hikmahanto Juwana (Guru Besar FH UI)
127
2,235
51
6,006
234,590
Replying to @bardanslm
Saya curhat yaa sbg dosen pengabdi dari 4 tahun yang lalu. Just info, di keluarga hanya saya sendiri yg S2, yang lain sudah S3. Namun menurut saya bodoh ini, Mahasiswa in this economy, jauh lebih membutuhkan insight dari pengajar yang sehari-harinya praktisi, memimpin perusahaan, menghitung margin komoditas, atau merancang strategi bertahan di pasar. Jam terbang inilah yang membuat kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan industri. Anggota dewan yang mengesahkan agaknya tidak memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi, bahwa pendidikan tidak hanya soal penelitian (jurnal), tetapi juga pengabdian. Memaksakan semua dosen S3 akan menghilangkan kesempatan mereka menggali praktisi dan kepakarannya di bidang lain akan membuat tidak produktif Pendidikan tingkat doktoral (S3) pada dasarnya didesain untuk mencetak peneliti tingkat lanjut dan ahli filosofi keilmuan. Jika komposisi pengajar murni hanya diisi oleh akademisi periset tanpa penyeimbang dari praktisi, kampus akan benar-benar menjadi mercusuar berdiri tinggi, terang, namun terasing dari dinamika operasional di daratan.
10
149
5
1,277
44,142
SendyB retweeted
Foto ini layak menjadi kandidat photo of the year. Imo. Kuat sekali. Presiden kudu marah ke kementerian terkait dan kepala daerahnya. Kog sekolah rusak tidak segera diperbaiki? Ini malah nuding jurnalis Londo Ireng. Media sdg lakukan tugas kontrol sosial kog. Harusnya Presiden terbantu cc @dewanpers @FJPINDONESIA
135
5,989
53
11,320
156,262
Negaramu mampu membiayai 80.000 koperasi desa, 20-24 triliun utk 2 truk/unit, 1,8 triliun utk kipas angin 30.000 SPPG dengan operasional 1 triliun/hari, 30 triliun utk 2 mobil & motor/unit, 6 milyar utk kaos kaki Dan terakhir, mampu menciptakan universitas baru (URI), dengan 10 kampus yang kisaran anggarannya 80-200 triliun Tapi negaramu tidak mampu menghapus pajak buku, tidak mampu membiayai perpustakaan, tidak mampu menggaji guru yang layak, dan TIDAK MAMPU MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN! kepada siapa mereka ini berpihak? yang jelas bukan kepada RAKYAT 🥲💔
137
6,450
78
10,196
168,207
SendyB retweeted
Ada mahasiswa UI tahun 2018 skripsinya bahas brengseknya management kebun binatang Surabaya. 8 tahun kemudian baru dibongkar. Bukti nyata kalo di indonesia penelitian tuh ya cuma penelitian. Gak jadi bahan kajian atau bahan evaluasi. Pantes negaranya mundur. Bikin program aja hasil dari wangsit.
220
16,909
312
55,862
966,198
• Beri dia pancing, bukan ikan. • Beri dia modal, bukan belas kasihan. • Beri dia ilmu, bukan sekadar jawaban. • Beri dia kesempatan, bukan janji. • Beri dia pekerjaan, bukan ketergantungan. • Beri dia kepercayaan, bukan kecurigaan. • Beri dia tantangan, bukan kemudahan. • Beri dia tanggung jawab, bukan alasan. • Beri dia arah, bukan tekanan. • Beri dia motivasi, bukan omelan. • Beri dia buku, bukan sekadar hiburan. • Beri dia keterampilan, bukan gengsi. • Beri dia relasi, bukan sekadar nasihat. • Beri dia waktu untuk belajar, bukan tuntutan instan. • Beri dia kritik yang membangun, bukan hinaan. • Beri dia contoh, bukan hanya perintah. • Beri dia ruang untuk gagal, agar ia belajar bangkit. • Beri dia harapan, bukan rasa takut. • Beri dia mimpi, lalu ajarkan cara mencapainya. • Beri dia alat, lalu biarkan dia berkarya.
58
1,828
19
5,280
64,019
Pagi2 sudah amsiong lagi kita!!! Keluar sinyal Rupiah dan IHSG bakal ambruk lagi akibat pidato Presiden Prabowo "Jangan bisanya nyinyir, ya kan. Kalau lu enggak setuju, lu enggak mau bekerja, lu duduk saja, lihat baik-baik gitu loh". Hemat saya, pernyataan Presiden Prabowo ini kontraprodukti di negara Demokrasi, lain hal jika di negara Feodal yang rakyat hanya dianggap objek, dan pimpinannya Raja. Dari pada Suruh Rakyat Jangan Nyinyir, Lebih Baik Presiden Evaluasi Diri dan Pemerintahannya
🤖 Made with AI
13
24
2
66
4,650
Anak sepupu gw tiba-tiba mogok sekolah dan mengurung diri di kamar. Besoknya dia langsung syok berat karena dapet ancaman cyberbullying dari akun fake. Pihak sekolah angkat tangan dengan dalih:
9
41
1
197
45,410
SendyB retweeted
APBN minus !! solusinya naikkan pajak Pejabat korup !! solusinya naikkan gaji Aparat memeras !! solusinya perbaiki kesejahteraan Jual beli hukum !! solusinya naikkan gaji hakim 300 persen Ekonomi lesu !! solusinya bangun Kopdes Anak-anak tidak cerdas !! solusinya MBG Indonesia suram !! solusinya pindah negara Kesejahteraan guru rendah !! solusinya sabar dan ikhlas Jembatan rusak !! solusinya gotong royong Jalan rusak !! solusinya swadaya masyarakat Benar benar solutif
21
180
6
384
11,362
Sepakat
611
10,133
118
36,529
264,915
SendyB retweeted
Sederhana tapi pemerintah ga bisa Selamat Pagi! Dimana bumi dipijak, disitu rakyat dipajak
92
3,448
51
6,277
112,988
SendyB retweeted
Bukan riba yang ngeri, tapi: 1. Kebodohan. Sebelum akad KPR, semua hitungan sudah dijembrengin. Cicilan tiap bulan itu ada porsi pokok dan bunga. Pokok utang akan selalu berkurang. Bacalah semua yang diberikan kepada kalian pada saat akan membeli rumah. Pelajari dan tanyakan agar kalian benar-benar paham. 2. Kemunafikan. Sejak awal dia sudah tau bahwa KPR itu ada bunganya, tapi tetap diambil, lalu di kemudian hari teriak-teriak "ngerinya riba"? Gimme a break. 3. Ketiadaan kemampuan berpikir. Liat point no. 1, sehingga jika pokok utang adalah 250jt, pada saat dilunasi, tidak mungkin pokoknya bertambah jadi 260 juta. Selama 4 tahun pokok utang akan terpotong sedikit demi sedikit. Berbeda dengan pembiayaan kendaraan bermotor, ketika KPR dilunasi, maka yang wajib dilunasi adalah pokok utangnya saja. Paling hanya penalti pelunasan lebih awal, itupun jika masih dalam batas waktu yang ditentukan. 4. Penyebaran kebohongan yang dilakukan oleh akun yang mengaku "dakwah." Lucu banget. Ngefitnah tapi mengaku dakwah.
135
726
45
2,092
189,650