Pinned Tweet
Ngenepne Banyu: Catatan Autoetnografi Warga Tentang Perawatan Air di Daerah Hulu, Tengah, dan Hilir DAS-DAS di Semarang Raya
buku dapat diakses secara terbuka melalui link berikut: bit.ly/ngenepne-banyu
Imli retweeted
Industrial Islamism başlıklı kitabım
American Sociological Association'ca Marksist Sosyoloji alanında sunulan
Paul Sweezy Seçkin Kitap ödülünü de kazandı:
asanet.org/communities-and-s…
Kitaba şu linkten erişilebilir:
webfiles.ucpress.edu/oa/9780…
Industrial Islamism başlıklı kitabım American Sociological Association'ın Kalkınma Sosyolojisi alanında Yılın En İyi Kitap ödülünü de kazandı:
asanet.org/communities-and-s…
Kitaba şu linkten erişilebilir:
webfiles.ucpress.edu/oa/9780…
Imli retweeted
Review saya soal buku Kerry Goettlich, From Frontiers to Borders, terbit di Political Science Quarterly. Intinya adalah garis batas negara itu dibikin surveyor dan tukang peta kolonial, bukan turun dari langit bersama kedaulatan.
doi.org/10.1093/psquar/qqag1…
Imli retweeted
Masterpiece. Fetzer & Schwarz (2021) show that retaliatory tariffs targeted Trump-supporting areas, using counterfactual simulations to reveal trade-offs between political pressure and domestic economic harm.
doi.org/10.1093/ej/ueaa122
Imli retweeted
This paper skillfully interweaves Takeuchi Yoshimi, Aime Cesaire, Frantz Fanon, and In-hoon Choi to reimagine Bandung as method, not just event.
brill.com/view/journals/bjgs…
Imli retweeted
New #OpenAccess article alert! Check out "Toward a Politics of Planetary Care: The Limits of More-Than-Human Approaches, Silenced Notes From Indigenous Forest Worlds in India" by Alpa Shah. #Anthropology
doi.org/10.1111/aman.70129
Imli retweeted
Hi guys tolong diingat ya, berhasilnya aktivisme Brazil itu karena TIDAK berinteraksi dengan orang2 kayak gini. If you see it, cukup berhenti di kamu. Done. Don't bother to comment or to make it viral. ☝🏽
Imli retweeted
your passport, currency, nationality, and the economy you were born into can determine how freely you get to experience the world. freedom of movement is a privilege, something as simple as being able to explore another country is a dream that isn't equally accessible to everyone
Imli retweeted
Winning a tailoring prize in a country where Uniqlo and SAF singlets reign supreme.
Singapore tailor is the first non-Italian to win prestigious Italian tailoring prize bit.ly/3Wh8gBy
Imli retweeted
we as asian people really gotta start naming our cats things like casserole and coleslaw to fight back against all the white people naming their cats miso and mochi
Imli retweeted
We are taught to admire wealth before we are taught to examine how wealth is accumulated.
Imli retweeted
I have just received copies of my new book from Routledge, London.
It critiques much of the existing scholarship on dispossession and develops a Marxist theory of expanded primitive accumulation, showing its integral connection to expanded capitalist accumulation.
Imli retweeted
Dari lapak buku bekas, saya menemukan buku penting: The Managerial Revolution karya James Burnham (1941), edisi Pelican lawas berbanderol 5 shilling.
Burnham, mantan Trotskyis yang kemudian berbalik ke kanan, mengajukan ramalan berani: kapitalisme memang akan surut, tapi penggantinya bukan sosialisme. Yang naik adalah kelas baru, yaitu manajer, teknokrat, dan administrator, yang menguasai alat produksi bukan lewat kepemilikan, melainkan lewat kendali.
Ia melihat pola itu di tiga tempat yang tampak berseberangan: Uni Soviet, Jerman Nazi, dan Amerika era New Deal. Ideologinya berbeda, tapi kuasa bergeser ke tangan yang sama: mereka yang mengelola.
Tentu tak semua ramalannya tepat, dan Orwell mengkritiknya dengan keras. Namun Orwell juga terpengaruh: dunia tiga negara-super dalam 1984 berutang pada Burnham.
85 tahun kemudian, pertanyaannya masih menggantung: ketika negara dan korporasi makin dijalankan para pengelola, kepada siapa kendali itu bertanggung jawab?
Di era kontemporer, karya yang terinspirasi metode Burnham dan saya pernah baca adalah Capitalism without Capital karya Jonathan Haskel. Jika Burnham mengidentifikasi absennya kapitalis, Haskel membaca gejala absennya kapital.












































