Replying to @meramuhangat
sebab sekali berpendapat, bukan hanya diri yang hilang—namun, semua yang berkaitan. Ezekiel benar-benar tidak memahami apa itu mengoleksi hal-hal aneh (meskipun sebenarnya dia lebih aneh), apalagi yang terlihat hanyalah sebuah kertas yang memiliki gambar.
sejenak Ezekiel terdiam; mempertimbangkan syarat apa ‘tuk mewujudkan permintaan juwita muda. “mm,” emerald melirik ke arah udara lalu kembali menatap @meramuhangat dengan senyuman lebar. “menjadi pelayanku selama seminggu—tidak, sebulan.”
II.
Replying to @unchanceus
aroma rumah sakit yang khas dengan obat-obatan kembali menyapa indera penciuman, ruangan yang didominasi dengan warna putih buat Ezekiel perlahan bangun dari tidur pulas yang terasa amat nyata. “mimpi?” kedua kuasa ditatap sedemikian teliti, ranum miliknya sempat disentuh sebab
Ezekiel nodded, “Ray,” he calling with casually. “should i jump to make it look like my injury is serious?” imagine his ears and tail move happily about his idea.
IAN. retweeted
i love you. and to the moon, to the stars, and to the abyss down below, i will keep on loving you.
V.
Replying to @unchanceus
ㅤㅤ"Haaa~" Permen karet dalam genggaman segera diberi kepada insan yang lebih muda darinya. Si nona mencoba untuk tersenyum sebelum melangkah menjauh, jaga-jaga bila dirinya tidak sengaja menakuti.
VI.
Replying to @unchanceus
Mencibir. Anak kecil yang tidak menggemaskan. Awas saja nanti kalau ketemu lagi, akan ia cium. “Eh, tunggu. Ya sudah, ini permen untuk kamu. Jangan ngambek dong. ”
IAN. retweeted
Replying to @unchanceus
ㅤㅤ"Haaa~" Permen karet dalam genggaman segera diberi kepada insan yang lebih muda darinya. Si nona mencoba untuk tersenyum sebelum melangkah menjauh, jaga-jaga bila dirinya tidak sengaja menakuti.
IAN. retweeted
Replying to @unchanceus
Mencibir. Anak kecil yang tidak menggemaskan. Awas saja nanti kalau ketemu lagi, akan ia cium. “Eh, tunggu. Ya sudah, ini permen untuk kamu. Jangan ngambek dong. ”
emerald menatap @_empechement. kuasa mungil yang sejak tadi membawa labu kecil, di angkat ke udara; meminta sesuatu yang manis—meskipun pada dasarnya tidak menyukai manisan. “nona punya permen?”
tidak peduli dengan cibiran, Ezekiel kecil hanya menerima kudapan manisan yang berbentuk lolipop kecil dan memasukkannya ke dalam labu kecil. jangankan bersua, ia sudah memandang juwita dewasa ini aneh. “merci.” lagi, singkat jawabannya—dia benar-benar menghampiri sebutuhnya.
/ oh nona ¿ ? ¿
saya pikir tuyul botak (jika lihat dari kejauhan) . . .
Replying to @unchanceus
ㅤㅤ"Haaa~" Permen karet dalam genggaman segera diberi kepada insan yang lebih muda darinya. Si nona mencoba untuk tersenyum sebelum melangkah menjauh, jaga-jaga bila dirinya tidak sengaja menakuti.













