IV.
You’re unable to view this Post because this account owner limits who can view their Posts. Learn more
V.
Replying to @unchanceus
ㅤㅤ"Haaa~" Permen karet dalam genggaman segera diberi kepada insan yang lebih muda darinya. Si nona mencoba untuk tersenyum sebelum melangkah menjauh, jaga-jaga bila dirinya tidak sengaja menakuti.
/ oh nona ¿ ? ¿
saya pikir tuyul botak (jika lihat dari kejauhan) . . .
Replying to @unchanceus
ㅤㅤ"Haaa~" Permen karet dalam genggaman segera diberi kepada insan yang lebih muda darinya. Si nona mencoba untuk tersenyum sebelum melangkah menjauh, jaga-jaga bila dirinya tidak sengaja menakuti.
ts) kid! ian. retweeted
⠀
𝕴 would kneel at your feet not because you demanded it, but because my heart has already made a religion of you.
⠀
ts) kid! ian. retweeted
i love you, i love you, i love you, i love you, i love you, i love you, i love you, i love you. a thousand times over i wish i could tell you. i wish you could hear it in my every breath, in every word i ever utter. i hope it reads in my eyes, how they look at you.
ts) kid! ian. retweeted
⠀
𝓟lease, stay. I want you, I need you, oh God. Don't, take . . . these beautiful things that I've got.
⠀
ts) kid! ian. retweeted
⠀
𝓨ou touched the parts of me everyone else feared, and I have been yours ever since.
⠀
takut dikit tapi tetap percaya diri dengan ekspresi biasa saja, jadi langsung to the point menunjukkan labu kecilnya ke arah @painreso. “apakah ada permen?”
/ ada gilanya.
Replying to @unchanceus
@unchanceus "WAZZUUUPPP KID!! 🍌🤟 Permen pisang mau??" 🍌🤟
Glundungin diri alias menabrakkan diri ke si bocil rambut merah.
ts) kid! ian. retweeted
Replying to @unchanceus
"Oh, haloo. Kamu mau permen? Sebentar.... "
Berlari kecil ke arah toples yang berisi banyak permen yang sengaja ia persiapkan untuk dibagi.
"Ini permennya ya, adik kecil. Jangan lupa sikat gigi setelah makan permen, hihi"
ts) kid! ian. retweeted
Replying to @unchanceus
Manis sekali. X selalu punya sisi lembutnya pada anak-anak. Sedikit pertunjukan, dia mengeluarkan sebuah kotak. “Aku tidak punya.”
Kotak ditutup. Kemudian, diguncangkannya.
“Sekarang, punya.” ujar X seraya memasukkan seluruh permen di kotak ke dalam keranjang labu anak itu.












