🇫🇷 DNA TIM TURNAMEN ITU BERNAMA PRANCIS. JENDERAL NAPOLÉON MBAPPARTE? BELUM BERHENTI MENAKLUKKAN.
Maroko kembali memberikan perlawanan luar biasa. Selama babak pertama, Yassine Bounou tampil bak tembok. Bahkan penalti Kylian Mbappé berhasil ditepis—penyelamatan penalti ketiganya di Piala Dunia 2026 setelah dua kali menggagalkan Belanda.
Namun tim besar selalu menemukan jalannya.
Menit ke-60, Mbappé akhirnya memecah kebuntuan. Enam menit berselang, Dembélé menggandakan keunggulan. Hanya dalam enam menit, Prancis mengubah laga yang buntu menjadi kemenangan meyakinkan.
Gol tersebut menjadi gol ke-20 Mbappé di Piala Dunia, hanya dari 20 pertandingan. Di usia 27 tahun, ia menyamai Lionel Messi sebagai pemain kedua dalam sejarah yang mencapai 20 gol di Piala Dunia, sekaligus menjadi pemain termuda yang mencatatkan 20 penampilan di ajang ini.
Mbappé juga telah mengoleksi 8 gol di Piala Dunia 2026, membuat persaingan Golden Boot semakin panas.
Satu-satunya kabar yang sedikit mengkhawatirkan adalah Mbappé ditarik keluar karena mengalami cedera ringan. Prancis tentu berharap sang "Jenderal" berada dalam kondisi terbaik saat semifinal nanti.
Kemenangan 2-0 ini memastikan Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia untuk tiga edisi berturut-turut, sekaligus menjadi tim pertama yang mengamankan tempat di empat besar Piala Dunia 2026. Lawan berikutnya tinggal menunggu pemenang Spanyol vs Belgia.
Sementara bagi Maroko, perjalanan kembali terhenti oleh Prancis dengan skor identik seperti edisi 2022. Meski gagal melangkah lebih jauh, Singa Atlas sekali lagi meninggalkan turnamen dengan kepala tegak dan membuat rakyat Maroko bangga.
Dan satu pertanyaan mulai mengemuka...
Jika Prancis kembali menjadi juara dunia, apakah Ousmane Dembélé sudah pantas masuk dalam perbincangan untuk meraih Ballon d'Or dua kali berturut-turut?
Katanya laki-laki pekerja keras itu membosankan.
Jarang romantis, jarang punya waktu, pulang cuma bawa lelah.
Kalau itu yang kamu anggap kekurangan, jangan pilih dia.
Pilih saja yang pandai menghibur, jago merangkai kata, dan selalu punya waktu karena tidak terlalu sibuk mengejar masa depan.
Siapa tahu, perut memang tidak kenyang oleh kepastian.
Tapi setidaknya... kamu bisa tertawa setiap hari.
Dari kecil kita diajarin...
❌ Main bola pakai tangan = pelanggaran.
Tapi ada satu negara yang berhasil bikin dunia bingung.
Kalau yang pakai tangan itu Argentina, tiba-tiba naik kasta jadi "Tangan Tuhan."
Lho... Tuhan yang mana?
Setahu saya, Tuhan mengajarkan kejujuran dan keadilan, bukan mengubah pelanggaran jadi legenda.
Yang lebih lucu lagi, puluhan tahun berlalu tapi dramanya seperti nggak pernah benar-benar selesai.
Dulu ada "Tangan Tuhan."
Sekarang setiap muncul keputusan yang menguntungkan Argentina dan memicu kontroversi, netizen langsung bercanda, "Yah... anak kesayangan FIFA lagi beraksi."
Makanya jangan heran kalau setiap Argentina bertanding, banyak orang yang justru lebih penasaran siapa wasitnya daripada siapa lawannya.
Bukan karena iri.
Bukan karena benci.
Tapi karena sejarahnya sendiri membuat setiap kontroversi terasa seperti pengulangan cerita lama.
Kalau dari dulu pelanggaran bisa diromantisasi menjadi legenda, wajar kalau setiap kontroversi berikutnya selalu dikaitkan dengan masa lalu.
Jadi ketika netizen bercanda, "Yang ditunggu bukan kick-off, tapi momen VAR," itu bukan muncul begitu saja.
Semua berawal dari sejarah yang sampai hari ini masih diperdebatkan.
Replying to @afcxmat
Bukan nomor satu tapi nda ada duanya,
Atlet cabor olahraga dunia lainnya pun menjadikan CR7 sumber inspirasi mereka.
Banyak yang menyerangnya. Bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan, sorotan dan kritik sudah lebih dulu menghampirinya. Kata-kata dari luar lapangan perlahan menggerus ketenangan seorang legenda.
Dan kini, perjalanan itu berakhir.
Sejujurnya, ada rasa sesak melihat seseorang yang telah memberi begitu banyak kenangan justru dikenang lewat kegagalannya di World Cup 2026. Seolah puluhan tahun pengorbanan, air mata, rekor, dan mimpi yang ia wujudkan kalah oleh satu hasil pertandingan.
Padahal, tidak semua kisah hebat harus ditutup dengan piala.
Terima kasih, Cristiano Ronaldo. Terima kasih telah mengajarkan bahwa mimpi harus dikejar sampai langkah terakhir, meski dunia tidak selalu memberikan akhir yang kita inginkan.
Tak perlu lagi memperdebatkan siapa yang paling hebat. Karena beberapa legenda memang tidak diciptakan untuk dibandingkan, melainkan untuk dikenang.
Selamat beristirahat, Ronaldo. Nikmati hari-harimu tanpa tekanan, tanpa sorotan, tanpa tuntutan. Dunia sepak bola akan terus berjalan, tetapi akan selalu ada ruang yang terasa kosong ketika namamu tak lagi berada di atas lapangan.
Terima kasih untuk semua kenangan. Saudade.
EWAKO retweeted
Forever my GOAT.
Banyak yang menyerangnya. Bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan, sorotan dan kritik sudah lebih dulu menghampirinya. Kata-kata dari luar lapangan perlahan menggerus ketenangan seorang legenda.
Dan kini, perjalanan itu berakhir.
Sejujurnya, ada rasa sesak melihat seseorang yang telah memberi begitu banyak kenangan justru dikenang lewat kegagalannya di World Cup 2026. Seolah puluhan tahun pengorbanan, air mata, rekor, dan mimpi yang ia wujudkan kalah oleh satu hasil pertandingan.
Padahal, tidak semua kisah hebat harus ditutup dengan piala.
Terima kasih, Cristiano Ronaldo. Terima kasih telah mengajarkan bahwa mimpi harus dikejar sampai langkah terakhir, meski dunia tidak selalu memberikan akhir yang kita inginkan.
Tak perlu lagi memperdebatkan siapa yang paling hebat. Karena beberapa legenda memang tidak diciptakan untuk dibandingkan, melainkan untuk dikenang.
Selamat beristirahat, Ronaldo. Nikmati hari-harimu tanpa tekanan, tanpa sorotan, tanpa tuntutan. Dunia sepak bola akan terus berjalan, tetapi akan selalu ada ruang yang terasa kosong ketika namamu tak lagi berada di atas lapangan.
Terima kasih untuk semua kenangan. Saudade.
EWAKO retweeted
Waktu Modrić tersingkir, seluruh pemain Kroasia langsung menghampirinya. Neymar juga begitu, semua pemain Brasil datang buat menguatkan.
Tapi saat Cristiano Ronaldo tersingkir, yang pertama menghampiri malah para pemain Spanyol. Cukup menggambarkan bagaimana hubungan dan rasa hormat di dalam tim masing-masing.
Banyak yang menyerangnya. Bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan, sorotan dan kritik sudah lebih dulu menghampirinya. Kata-kata dari luar lapangan perlahan menggerus ketenangan seorang legenda.
Dan kini, perjalanan itu berakhir.
Sejujurnya, ada rasa sesak melihat seseorang yang telah memberi begitu banyak kenangan justru dikenang lewat kegagalannya di World Cup 2026. Seolah puluhan tahun pengorbanan, air mata, rekor, dan mimpi yang ia wujudkan kalah oleh satu hasil pertandingan.
Padahal, tidak semua kisah hebat harus ditutup dengan piala.
Terima kasih, Cristiano Ronaldo. Terima kasih telah mengajarkan bahwa mimpi harus dikejar sampai langkah terakhir, meski dunia tidak selalu memberikan akhir yang kita inginkan.
Tak perlu lagi memperdebatkan siapa yang paling hebat. Karena beberapa legenda memang tidak diciptakan untuk dibandingkan, melainkan untuk dikenang.
Selamat beristirahat, Ronaldo. Nikmati hari-harimu tanpa tekanan, tanpa sorotan, tanpa tuntutan. Dunia sepak bola akan terus berjalan, tetapi akan selalu ada ruang yang terasa kosong ketika namamu tak lagi berada di atas lapangan.
Terima kasih untuk semua kenangan. Saudade.
EWAKO retweeted
normalisasi bisa mencuci pakaian, membersihkan dan memasak adalah keterampilan dasar kehidupan, bukan hanya peran satu gender.
SETUJU BANGET SAMA INI✨🤍
EWAKO retweeted
Hidup terasa berat, rutinitas membosankan, “ngapain sih gue hidup?”🙁
Allah SWT berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
EWAKO retweeted
Tema hari ini hitam-hitam feat mas @moko2nd
Waktunya pulang gaiss
EWAKO retweeted
Sekali seruput, langsung adem sampai hati. 🍹
Ada yang pernah nyoba si badak ini gak? 😆
Hari ini kamu gak harus menyelesaikan semuanya sekaligus, wajar kalau pikiranmu sedang dipenuhi banyak hal, tugas yang belum selesai, masa depan, rasa bersalah, atau hal-hal lain yang terasa berat.
kamu juga manusia, gak ada yang sanggup memikul semuanya dalam satu waktu.
jadi hari ini, coba lakukan satu hal baik untuk dirimu sendiri satu langkah kecil saja sudah cukup. pelan-pelan, karena hidup memang gak berubah dalam semalam, dan malam ini kamu juga gak harus membawa semua beban itu sendirian.























