Ditarik seperti itu… badannya sontak tertarik ke arah Johnny. Untuk tidak tersandung. β€œPadahal memanggil namaku saja sudah cukup.” Ia tersenyum, lalu mengeluarkan tongkatnya dari jubah. β€œKalau begitu, mohon kerja samanya, Johnny.”
1
46
β€œDengan senang hati.” Mula-mula ia bungkukkan badan sebagai formalitas, dengan tongkat yang masih ia angkat setinggi dadanya. Gerakannya santai, tapi tidak main-main. β€œAqua eructo!” Tidak ada salahnya mencoba mantra yang baru saja diajarkan, bukan? Dari ujung tongkatnya
1
43
menyembur air ke arah lawan duelnya.
1
43
"Protego!" Dengan kecepatan refleksnya, hanya itu yang mampu dirapalnya sebagai upaya perlindungan diri. Ia tak dapat merapal Impervius saat ini. "Aqua Eructo!" Rapalnya cepat saat semburan air dari lawan mereda.
1
61
β€œTidak buruk.” pujinya kepada gerak refleks rekannya. Pada sebagian besar situasi, manta tersebut memang paling mudah diingat. Air yang keluar dari tongkat Johnny ia biarkan menyembur mengenai sebagian dirinya, membuat pakaian serta sebagian lantai di sekitarnya basah akibat
1
33
hal itu. β€œImpervius!” Dengan sebuah jentikan dari tongkatnya, ia membuat air-air itu menguap, membuatnya kembali kering seperti semula.
1
36
"Mantap!" Pujinya pada sang rekan. Tapi, tak lantas membuat duel mereka berakhir. "Petrificus totalus!" Rapalnya, mencoba membuat sekujur tubuh Themis kaku.
1
57
β€œProtego!” Nyaris, ya. Nyaris saja. Ia tidak mau terbujur kaku di tengah kelas. Untung mantra pelindung sempat ia keluarkan sebelum mantra tadi mengenai dirinya. Dan sekarang, waktunya membalas. β€œLevicorpus!
1
46
"Finite incantatem!" Kalau tidak dirapal, tubuhnya pasti sudah melayang tak jelas di angkasa. Sejenak ia berpikir, apa yang harus ia lakukan selanjutnya? "Glacius!" Kali ini, ia berniat menjadikan Themis es batu.

Oct 22, 2024 Β· 1:33 PM UTC

1
1
117
RelevantRecentLikes
Mantra terakhir dari Johnny berhasil ia hindari walau tidak sepenuhnya. Sebagai ganti, hanya tangan kirinya yang membeku. β€œHahaha. Kerja bagus.” ucapnya sembari tertawa, pula menurunkan tongkatnya sebagai tanda untuk mengakhiri duel.
1
91
"Maaf membekukan tanganmu" Rupanya ia sudah sadar bahwa ia sedikit melukai temannya. "Ayo pergi ke infirmary? Kau butuh diobati" Ajaknya.
1
74