Irilrahmanr retweeted
Semalam IG mikaeldewabrata mencapai milestone baru yang gak saya sangka malah melaju terus, 10 ribu followers.
Padahal reels diambil dari vt tapi saya potong durasi, ganti visual hook, dan sedikit dikasi suara efek.
Sekarang angkanya bulet, kelipatan dari platform lain.
Irilrahmanr retweeted
Buat freelancer, pemilik usaha, kreator konten, atau social media specialist, ada bootcamp FREE dan mantep nih!
Social Media Bootcamp didukung Adobe, bisa diikutin siapa saja. Materi:
- Brand & Identity
- Growth & Engagement
- Getting Paid for Your Content
Link setelah ini.
Irilrahmanr retweeted
Bung Irilrahman ini menuliskan tips manajemen kerjaan yang luar biasa. Berikut ini saya sajikan intinya.
Di kantor biasanya ada dua tipe orang. Tipe pertama lembur terus, mukanya selalu panik, dan membalas chat sampai jam 11 malam. Tipe kedua terlihat santai, jarang lembur, tapi setiap rapat datanya selalu rapi dan timnya berjalan lancar.
Dulu kita mengira tipe pertama yang akan lebih dulu naik jabatan. Ternyata di usia 30-an, tipe kedua yang justru mendapat panggung.
Ini yang disebut 𝗛𝗮𝗿𝗱 𝗪𝗼𝗿𝗸𝗲𝗿 𝗧𝗿𝗮𝗽, 𝗸𝗲𝗹𝗲𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮 𝗱𝗲𝗱𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶. Padahal di mata atasan, orang yang sibuk terus justru terlihat tidak punya kendali dan tidak punya sistem kerja yang baik.
Kebalikannya disebut 𝗘𝗳𝗳𝗼𝗿𝘁𝗹𝗲𝘀𝘀 𝗖𝗼𝗺𝗽𝗲𝘁𝗲𝗻𝗰𝗲, 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵. Orang tipe kedua bukan berarti tidak bekerja keras, tapi energi mereka dipakai untuk membangun sistem.
Mereka membuat SOP supaya pekerjaan rutin tidak memakan waktu. Mereka memasang validasi data di awal supaya kesalahan tidak menumpuk di akhir. Mereka mengubah masalah rumit menjadi langkah-langkah sederhana.
Hasilnya, pekerjaan mereka stabil. Saat krisis datang pun mereka tidak panik karena sudah punya rencana pemulihan. Mereka menjual hasil dan ketenangan, bukan jam lembur.
Manajemen paling suka dengan sesuatu yang bisa diprediksi. Di usia 30-an, terlihat lelah bukan lagi tanda prestasi. Kalau kamu harus lembur terus untuk pekerjaan yang sama setiap minggu, yang salah itu sistemnya, bukan karena kamu kurang niat.
Lalu bagaimana caranya pindah dari Hard Worker Trap ke Effortless Competence?
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮, 𝗷𝘂𝗮𝗹 𝗵𝗮𝘀𝗶𝗹, 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀. Jangan bilang "saya kerja 10 jam untuk membereskan ini." Ganti dengan "datanya sudah beres dan sistemnya sudah otomatis, ke depannya cukup 5 menit."
𝗞𝗲𝗱𝘂𝗮, 𝗶𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺. Setiap kali menemukan pekerjaan yang berulang, jangan hanya diselesaikan secara manual. Buat template atau script supaya masalah itu tidak kembali lagi.
𝗞𝗲𝘁𝗶𝗴𝗮, 𝗸𝘂𝗮𝘀𝗮𝗶 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴. Kepanikan itu menular ke atasan. Sementara ketenangan saat situasi kacau justru menunjukkan bahwa kamu memegang kendali.
Jangan habiskan energimu hanya untuk terlihat sibuk di mata orang lain. Yang dihargai bukan seberapa keras kamu berkeringat, tapi 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗽𝗮 𝗰𝗲𝗿𝗱𝗮𝘀 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗿𝘂𝗺𝗶𝘁 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵.
Di tempat kerja, sering ada dua tipe orang yang kontras banget:
Tipe A: Lembur tiap hari, muka selalu panik, chat dibalas cepat jam 11 malam, dan selalu kelihatan "tersiksa" sama kerjaan.
Tipe B: Kelihatan santai, jarang lembur, tapi pas rapat semua data beres dan operasional timnya berjalan mulus tanpa riak.
Dulu waktu awal kerja, kita mikir Tipe A yang bakal dipromosiin duluan. Realitanya di umur 30-an? Tipe B yang selalu dapet panggung. 🫠
Ini yang dinamakan The Hard Worker Trap (Jebakan Kerja Keras Kelihatan Siksaan).
Irilrahmanr retweeted
Di korporat, ada satu yang terjadi ampir setiap hari:
Tim Data bikin dashboard super kompleks di Tableau/Looker Studio. Grafiknya estetik, rumusnya njulimet, metriknya lengkap.
Tapi pas disajiin ke Tim Bisnis/Ops? Jawaban mereka cuma: "Oke makasih ya..."
Lalu balik lagi pake naluri dan spreadsheet manual mereka yang lama.
Yuk kita bahas:
Irilrahmanr retweeted
Lulus sarjana 2017:
- ga sabar mau masuk unicorn yang mana
- loker banyak banget asli
- ada banyak kerjaan telemarketing or cs di luar negeri buat indo market
- ga ada ai, semua mesti browsing dan riset beneran
- jadi pengajar private masi menguntungkan, isi waktu dan uang jajan
Lulus sarjana 2026:
Irilrahmanr retweeted
4 Formula Utama Bikin CV Bagus
(Bedah CV sama Iril)
1. Desain Minimalis & ATS-Friendly Gak usah pakai foto, bar persentase skill, atau layout 2 kolom yang ribet. CV mending pakai format satu kolom, font standar, warna hitam-putih, dan clear section dividers (pembatas garis horizontal).
Ini bikin sistem Applicant Tracking System (ATS) super gampang ngebaca CV lo.
Irilrahmanr retweeted
Replying to @catonlythoughts
serba bisa tetap berguna. tapi harus ada satu masalah yang kalau muncul, orang langsung ingat nama kita.
breadth opens the door, depth makes us harder to replace.
Irilrahmanr retweeted
Bang @catonlythoughts
intro-nya solid bgt! Realita lead QA 70% jaga sistem + emosi tim pas chaos emang beneran berat. Gue dukung industri kreatif mesti didukung
Aplagi lo alumni sastra UI 2017 bukti bisa leap keluar disiplin. Basic workflow sastra (bedah struktur teks, cari pola tersembunyi, storytelling) malah jadi foundation kuat: gue bayangin lo pakai skill itu buat “baca” emosi tim & stabilisasi chaos jadi narasi yang clear. Perspektif non-teknis lo unik banget di MNC.
Edutech + traveling (foto Sapa-nya keren) bikin leap-nya makin real. Gas networking, semoga ada collab cross-disiplin biar creative mind lebih dihargai di tech!
Keep share ya. Tfs
Kenalan sama gue yuk!
Nama: iril
Umur: 31 taun
Kerja: QA lead di mnc luar
Di luar sana, posisi "Lead" di perusahaan multinasional mungkin keliatan keren.
Tapi realitanya? Jobdesk asli gue 70% adalah: Menjaga stabilitas sistem & emosi tim pas operasional lagi chaos.
Gue bangun edutech ruangasah.com bersama 2 orang, dan gue suka banget traveling (setaun sekali idealnya minimal).
Gas networking!
Irilrahmanr retweeted
Kalo mau belajar di X, bisa follow orang2 ini:
- Bahasa Inggris: @sourvive
- Excel: @MikaelDewabrata @dhanyindraswara @catonlythoughts
Irilrahmanr retweeted
While people are cheering and watching the world cup, Palestinian footballers are being killed. For shame.
Irilrahmanr retweeted
Kelakuan menteri PU kebanggaan kalian wak. Arogan sekali menteri itu.
Tolong kepada partai @PDemokrat tarik kader plengermu dari kabinet, atau jangan² kalian juga ikut bermain disini?
Irilrahmanr retweeted
BAHKAN DALAM KEMATIANNYA,
WAJAHNYA BEGITU TENANG SEOLAH HANYA TIDUR SEPERTI BIASANYA, MASYAALLAH, HUSNUL KHATIMAH SALEEM AL-ASHQAR 💔🇵🇸🥀
THREAD 👇🧵
Irilrahmanr retweeted
Replying to @catonlythoughts
Pada dasarnya, semua makhluk hidup ingin lestari (sustainable). Mereka hidup dalam ekosistem. Syarat utama agar ekosistem tersebut tetap hidup adalah adanya aliran energi dan siklus materi. IMHO, ilmu adalah energi dan uang adalah materinya. Ilmu itu kekal seperti energi. Materi dapat berubah bentuk seperti uang dan turunannya. Meureun 😀.
Irilrahmanr retweeted
100 juta pertama gue bukan dari kerja, tapi investasi.
Gue Iril. Saat ini gue kerja di luar negeri dengan pendapatan yang bisa dibilang sudah berlebih. Tapi di sini, gue gak mau pamer slip gaji.
Gue mau ajak kalian memahami tulisan ini dan gimana cara nyata buat nembus the big 100, bukan lewat jalur kerja rodi, tapi lewat jalur mindset dan instrumen yang tepat.
Jujur aja, waktu awal-awal punya pendapatan berlebih, godaan buat konsumtif itu gede banget. Lo bisa beli apa aja yang lo mau. Tapi gue sadar, kalau cuma ngandelin gaji segede apapun ga akan nutup kebutuhan.
Gue butuh "mesin" yang bisa bekerja sendiri pas gue lagi tidur. Akhirnya, gue mutusin buat masuk ke dunia komoditas yang fluktuasinya ekstrim.
Dan 100 juta pertama gue lahir dari sana.
Mulainya bener-bener dari momen di mana gue harus perang sama ego sendiri. Uang yang harusnya bisa dipakai buat hidup, gue alihin buat beli aset. Jadi ada bagian dari life style yang harus gue korbanin, entertainment, jajan, dan lainnya.
Gue bukan tipikal orang yang ikut-ikutan FOMO karena tren. Sebelum naruh uang, gue pelajari dulu fundamentalnya, gimana sistem kelangkaannya bekerja, sampai gimana siklus pasarnya.
Gue memposisikan diri bukan sebagai penjudi yang nyari untung semalam, tapi sebagai investor yang punya risk management.
Prosesnya? Jelas gak segampang mindahin angka di aplikasi. Ada momen di mana pasar hancur-hancuran, portofolio merah merona, dan semua orang di media sosial panik bilang kalau aset ini udah gak ada masa depannya.
Di situ mental gue diuji. Tapi karena gue paham fundamentalnya, gue gak panik. Gue justru konsisten akumulasi pelan-pelan pas harganya lagi diskon.
Sampai akhirnya, pasar bergerak bullish dan gue nembus 100 juta pertama gue.
Pas ngelihat angka itu bukan karena nominalnya yang gede, tapi karena sebuah validasi: ternyata keyakinan dan analisis yang gue bangun itu terbukti benar.
Nembus 100 juta pertama itu bukan soal seberapa beruntung lo, tapi seberapa siap lo nahan aset dan tetap waras pas market lagi berdarah-darah.
Kerja keras buat cari pendapatan itu wajib, tapi punya keberanian buat bikin duit itu beranak-pinak di instrumen yang tepat adalah kunci.
Irilrahmanr retweeted
Gue udah kerja di beberapa negara dan megang posisi penting di perusahaan. Kali ini gue mau bahas yang jarang dibahas expat lain: stereotipe.
Realitanya, emang penilaian seorang berdasarkan negara asal mereka itu ada. Orang lebih terbiasa bekerja sama dengan sesama yang lebih familiar, jadi memang ada ya treatment berdasarkan preference, tapi itu cuma filter sosial. Bukan penentu hasil.
Gue jujur aja, sebagai orang dari Indonesia, diliatnya sebelah mata. Kita dinilai jelek. Fair sih, negara kita juga berantakan SDM-nya. Bahkan pas gue di Aussie ada beberapa tempat yang blacklist pekerja dari Indo.
Loh, terus kok bisa gue kerja sampai jadi manajer? Jawabannya simply karena writing CV lebih bagus dan rapi daripada native sana. Gue jabarin point-point yang orang dapet ketika hire gue berikut achievement dari tempat sebelumnya.
Kuncinya bukan cuma nulis "tanggung jawab", tapi gue jabarin clear points tentang value apa yang bakal mereka dapet kalau hire gue, lengkap dengan metrik achievement konkret dari tempat sebelumnya.
Di level global, data dan kejelasan itu yang diperlukan.
Yang mau beli template CV di sini:
lynk.id/fadhlirrahman/Py5Y9A…
BELI KALAU PERLU AJA
Menambahkan penjelasan pivot table dari Mas Iril
Buat pengguna Excel 365, ada fungsi buat buat seperti pivot table tanpa perlu drag and drop menu sama sekali
Namanya fungsi PIVOTBY
Secara konsep, rumus ini sama persis dengan pivot table biasanya. Biar gampang bayanginnya, mari kita bedah rumus ini lewat contoh persebaran liga dari pemain timnas di piala dunia kali ini
rumus panjangnya seperti ini
=PIVOTBY(B2:B1247,
G2:G1247,
B2:B1247,
COUNTA,
0,
0,
,
0,
,
(G2:G1247="England")+(G2:G1247="Spain")+(G2:G1247="Italy"),
0)
Menentukan Baris (Row)
B2:B1247
Kalau di pivot table biasa, ini sama seperti kita tarik nama "Country" ke kotak Rows. Data negaranya bakal muncul ke bawah
Menentukan Kolom (Column)
G2:G1247
Di pivot table klasik, ini sama persis kayak drag "League Country" ke kotak Columns. Data nama liganya bakal ditampilkan menyamping ke kanan
Data yang Dihitung & Rumusnya
B2:B1247, COUNTA
Kalau pakai cara lama, ini kita drag data ke kotak Values, lalu klik Value Field Settings dan pilih opsi Count. Tujuannya biar excel hitung jumlah pemainnya
Menyembunyikan Total
0, 0, , 0
Deretan angka 0 dan tanda koma kosong di tengah rumus ini seperti kita ke menu design di pivot, terus matikan fitur grnad totals dan subtotals biar tabelnya terlihat lebih bersih
Filter:
(G2...="England") + (G2...="Spain") + (G2...="Italy")
Kalau di pivot table biasa, ini seperti kita jlik tanda filter di header kolom "League Country", lalu hapus centang Select All dan hanya pilih liga Inggris, Spanyol, dan Italia
Di rumus ini, tanda + dibaca oleh excel sebagai logika ATAU (OR)




























