Pinned Tweet
🍁GIVEAWAY untuk warga tloa🍁
saldo e-wallet 60k buat 2 orang (@ 30k)
✧ rt & like
✧ rep episode tloa favorit kalian
– end besok
#TheLamentOfAutumn
ell⭐ retweeted
เอากุไปทอดดด จังหวะพี่เหล่ยเขินคือไม่รู้จะเขินกับอะไรก่อนดี เขินที่มุดแขนน้องหรือเขินกล้างหลังกับแขนพี่เหล่ยๆ จะตายกับเคมีสองคนนี้จริงๆ😭🫵🏻
#TheLamentofAutumn #ลำนำสารทฤดู #ChengLei #XuRuohan
end jam 6 sore yaa
🍁GIVEAWAY untuk warga tloa🍁
saldo e-wallet 60k buat 2 orang (@ 30k)
✧ rt & like
✧ rep episode tloa favorit kalian
– end besok
#TheLamentOfAutumn
ell⭐ retweeted
My review of The Lament of Autumn 🍂
Cinematography: 10/10
Acting: ♾️/100
Chemistry: ♾️/100000
Plot: 10/10
Everything was perfect. It was a dark romance, and it delivered exactly what it promised. Even the title lived up to its name because I cried, I lamented, and this drama left me emotionally devastated.
It also made me want to explore more war dramas and learn about the history of those invasions.
Overall, I loved it. It’s a drama I’ll wholeheartedly recommend but will NEVER watch again.
ell⭐ retweeted
is it too soon to ask for chenglei and xuruohan to reunite in a healing, stress-free, feel-good modern romance with a healthy green-flag relationship !? we badly need it 😪
The story began with this hairpin and it came full circle with it. Perhaps that is the cruelest and most beautiful part of his story: a lifetime spent yearning for a love, only to finally have it in his arms when time was already running out. 💔
#TheLamentOfAutumn #ChengLei
rill mau marahh bgttt hshshshsh
sebenernya aku ga masalah mau dibikin sad ending, open ending, atau happy ending—tapi makin tau banyak fakta kalau banyak adegan yang ga dimasukin tuh bikin emosi karena cast udah effort syuting tapi akhirnya dicut dan itu banyak🤬
#TheLamentofAutumn
ell⭐ retweeted
#TheLamentOfAutumn
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ𓋰 Ye Pingjun Pov
---
Saat kembali ke Nanhua, ternyata sudah memasuki musim gugur.
Aku bergabung dalam upaya membangun kembali Nanhua. Hari ini akhirnya aku punya waktu luang untuk menulis surat kepadamu.
Xiangxi Hotel sudah tidak lagi semegah dahulu, yang tersisa hanya kehancuran di mana-mana. Orang-orang yang pernah kita kenal kini berpencar, ada yang pergi dan ada yang menghilang. Segala cinta dan kebencian pun telah berakhir.
Janji di bawah daun-daun merah itu, hanya aku seorang yang datang untuk menepatinya.
Jika mengingat kembali masa lalu, segala kerumitan yang telah kita lalui selama separuh hidup terasa seperti mimpi musim gugur. Ketika semuanya berlalu, tak ada lagi jejak yang tersisa.
Setelah berkali-kali berpindah tempat di tengah kekacauan zaman, pada akhirnya aku tetap ingin kembali ke sisimu.
Jika dihitung dengan saksama, ternyata waktu yang benar-benar kita habiskan untuk saling mencintai tidak lebih dari beberapa tahun saja.
Jika ada kehidupan selanjutnya, aku berharap kita bisa bertemu kembali dengan identitas yang berbeda, pada waktu yang tepat.
— Ye Pingjun





























