Waktu kuliah di UGM, dulu, aku belum bisa bahasa Jawa sama sekali, karena meski lahir di Jogja, aku besar di Cirebon, dan di rumah kami selalu pakai bahasa Indonesia.
Di UGM waktu itu, aku tanya dalam bahasa apa pun, dijawab oleh dosen dan teman-teman dalam bahasa Jawa.
FUCK JAWA, MENTANG MENTANG KAMPUS INI DI JATIM, LU NGERASA PUNYA POWER GITU? KEBIASAAN KENA DOKTRIN “DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG”, MANA DOSEN NYA LAGI YANG NGOMONG GITU, INI INDONESIA WOI, PAKE BAHASA UNIVERSAL, GILIRAN ORG GABISA BAHASA JAWA BIKIN CIRCLE MALAH DI BILANG APATIS, YA INI BENTUK SURVIVE KITA BIAR GA GILA KARNA GA BERINTERAKSI
Alih-alih merasa entitled, aku menanggalkan main character syndrome-ku, dan mulai belajar bicara bahasa Jawa. Bukan perkara bumi dipijak langit dijunjung. Ini perkara survival. And one way to survive is to adapt. Not forcing others to adapt to you.
Daniel Prasatyo retweeted
Baru balik dari bioskop. Akhirnya film gw yg ini premiere juga. Go and watch it in theater near you,starting from 29th of Oct 2026 – at Pancoran, Indonesia
Daniel Prasatyo retweeted
💕+🔁 Retwit appreciated!]
OPEN PO FOR OTS only/PICK UP
"Fandomnya apa kak?"
"MEN, PRIA, AND GAY SHIT!"
I am selling Original Arts, Drag Race Fan Merchs, and Some ZZZ Boys.
Untuk PO, DM aja yaa ❤️❤️
No. Do not give anything unsolicited to strangers—be it praise, advice, or a gift. Everything unsolicited requires an established relationship.
Melarang siswa ikut aksi unjuk rasa itu sama saja dengan membungkam kebebasan berpendapat dan mengebiri kepedulian terhadap masa depan bangsa. – at Ubud, Indonesia
Dulu ngomel kalau ada yang sen kiri belok kanan, eh, ternyata setelah dipikir-pikir, hidup ini juga begitu: sen kanan belok kiri, lampu hijau malah ngerem, dan nerobos jalan satu arah. – at Ubud, Indonesia
Daniel Prasatyo retweeted
kamu tidak melihat bukan berarti tidak terjadi
Hampir 2 tahun tinggal di Bali, saya jarang sekali melihat warga Bali turun ke jalan utk berdemonstrasi. Sungguh "tenang" dan "damai".
Satu-satunya protes yg saya ingat terjadi beberapa bulan lalu, saat Pemprov menutup TPA Suwung. Bentuknya pun simbolik: ratusan truk sampah berjejer memadati ruas jalan depan Kantor Gubernur. Tanpa bakar ban, orasi menggelegar, apalagi tembakan gas air mata dari petugas pengamanan.
Banyak warga Bali bilang, ketenangan ini perlu dijaga karena ekonomi Bali sangat bergantung pada pariwisata. Situasi harus tetap kondusif & damai. Suka atau gak, Bali memang faktanya adalah gateway through which the world sees Indonesia.
Lalu terjadilah krisis BBM beberapa hari terakhir ini. Lagi-lagi, ga ada demonstrasi besar2an atau kemarahan yg tumpah ke jalan.
Saya paham pentingnya menjaga ketenangan. Tapi semoga ketenangan ini bukan berarti menerima semua kebijakan begitu saja tanpa check & balance.
Dalam negara demokrasi, every citizen has the right & responsibility to help shape policymaking. Mengkritik pemerintah bukan berarti merusak kedamaian. Justru itu bagian dari menjaga demokrasi tetap hidup.
Maybe something to reflect on.
Salam damai ya teman2ku warga Bali.
Ada pengalaman unik berkaitan dengan film ini. Jadi, suatu hari, di ruang TV kontrakan bareng temen kampus, aku nemu DVD American History X. Lugunya, aku pikir, "eh, pekob nih, ada X-nya kayak Tarzan X." – at Ubud, Indonesia















