Gw pikir Presiden Prabowo yang minta potong gaji anggota dewan, taunya Presiden PKS lagi Bimteknas PKS. Bisa kali #gajiuntukkarhutla
Okelah keterwakilan Perempuan di Parlemen PKS paling tinggi. Harapan gw ya di Bimteknas PKS, isu yang relate saat ini juga diangkat, karhutla misalnya. Bukti kalo kalian hadir bukan sekedar #BimteknasPKS saja
Gw berharap isu Karhutla ini nanti akan dibahas dalam Bimteknas PKS Senin besok, terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan di Indonesia. Semoga itu dibahas dalam #BimteknasPKS
Ngeri kali
BREAKING: A major flash-flood disaster has hit Nepal’s Rasuwa district, near the border with Tibet/China, after an event early Wednesday morning caused catastrophic flooding along the Trishuli and Bhotekoshi river systems.
According to preliminary information presented by Nepal’s Foreign Minister, an earthquake struck the area at around 08:37 local time, apparently triggering an avalanche that then caused a sudden release of water and severe flash flooding.
Authorities are still verifying the exact chain of events, so this remains preliminary.
The flooding has caused major damage on both the Nepalese and Chinese sides of the border. On the Nepalese side, Rasuwa and Nuwakot appear to be among the worst affected areas.
At least 17 people have been confirmed dead in Nepal, while dozens remain missing.
Nepalese authorities say 26 police officers, nine Armed Police Force personnel and 44 military personnel are currently missing, alongside customs and immigration officials.
The damage to infrastructure is extensive. Authorities report that at least 19 bridges and around 40 kilometres of roads have been damaged, while multiple hydropower projects have also been affected. The Independent Power Producers’ Association of Nepal says 13 hydropower projects in Rasuwa and Nuwakot were damaged.
The important Rasuwagadhi border crossing with China has been closed, with reports that roads, bridges and customs infrastructure were swept away.
More than 200 cargo trucks are believed to have been caught in the flooding, while many workers remain unaccounted for.
There are also serious concerns about people trapped or missing at hydropower projects. Around 60 workers at the 20 MW Langtang Khola hydropower project in Syafrubesi have reportedly gone missing.
The disaster is also affecting tourists. Nepal’s Tourism Board says 291 foreign tourists and 93 Nepali nationals were reported unreachable following the flooding. Rasuwa is an important route for pilgrims traveling toward Kailash Mansarovar in Tibet, as well as trekkers visiting the Langtang region.
On the Chinese side, Chinese state media are reporting major casualties from a mudslide at a trade hub in Tibet, with President Xi Jinping ordering all-out search and rescue efforts and stronger monitoring to prevent secondary disasters.
Nepal says it is coordinating with China as rescue operations continue.
This is still a developing disaster. The number of casualties and missing people is expected to change as rescue teams reach areas that have been cut off, and the full extent of the damage is not yet known.
Gw akuin emang banyak kurangnya partai ini. Ga punya tim sosmed proper, ga berani tampilin kerjanya, ga galak kayak partai sebelah. Tapi, urusan bantuan bencana PKS emang paling depan. Salutbbuat Presiden PKS AMY beserta
Baru sadar ternyata Amanat AMY hari ini cukup banyak ngomongin hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: sekolah, kesehatan, pekerjaan, ekonomi sampai keluarga. Bukan sekadar seremoni HUT RI. #PKS81TahunRI
Padahal tiap tahun PKS Upacara Bendera 17an di semua kantor tapi tetep aja masih ada narasi anti Pancasila. Ini rutinitas tahunan tapi fitnah masih aja dominan #PKS81tahunRI
Oh ternyata Juni Terakhir ngetwit. Sekalinya muncul #pks81tahunRI malah trending
Fun fact nya DKI di era Pram malah kayak jalan di tempat. Cuma nerusin legacy anies – at Bekasi Selatan, Indonesia
Replying to @BaseBDG
DKI, makin kesini makin maju, modern dan mendekati Singapore/Jepang.
JABAR, makin kesini makin mundur, kuno, mendekati zaman Kerajaan Tarumanegara
kita paham kok Mas Eko lagi kerja. Ga betah kelamaan oposisi. must @aniesbaswedan must anies – at Bekasi Selatan, Indonesia
Pernyataan Prabowo “orang desa tidak pakai dolar” sangat tepat dan valid. Justru banyak pengamat plenger yang memberikan framing negatif tanpa melihat realita di lapangan!!
Contohnya, mereka mengklaim harga tempe naik karena impor kedelai terdampak pelemahan rupiah. Padahal tidak ada kenaikan signifikan pada komoditas pangan impor meski nilai rupiah sedang lemah. Kenaikan harga tempe lebih banyak dipengaruhi faktor lain, bukan langsung akibat kurs dolar
Begitu pula dengan minyak goreng. Kenaikan harganya bukan karena rupiah melemah melainkan karena harga komoditas global termasuk CPO memang sedang naik akibat dampak perang & gangguan pasokan dunia. Ini adalah fenomena global bukan semata-mata masalah nilai tukar rupiah
Intinya, kehidupan masyarakat bawah, terutama di desa jauh lebih dipengaruhi harga barang kebutuhan sehari-hari dalam rupiah daripada fluktuasi dolar. Oleh karena itu narasi yang terus-menerus menakut-nakuti dengan “pelemahan rupiah akan hancurkan rakyat kecil” perlu dilihat ulang dengan data & fakta yang lebih jernih bukan sekadar framing politik!!















