Mungkin orang akan melupakan tapi ingatanku tak pernah akan lupa. Tumpukan serpihan sendu yang terpahat satu demi satu akan menjadi debu jika aku mau.
Ratu, bisakah kau pulang ke masa itu? Kembali beradu menjemput sendu? Membawa kursi yang selalu dirindu, menjadi nomer satu tanpa berseteru
Kamu tahu dimana tempatmu, disana, disudut pintu di tutup sendu. Bersuara lantang bak komandan regu, samar terdengar bak suara jeritan prajurit serbu.
Habislah ruang untuk mengadu, ketika diam dan lelah menyelimuti maka tidur mungkin jalan untuk kembali.


