HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
ᅠ
ᅠᅠᅠᅠ📜 𝗞𝗘𝗗𝗔𝗜 𝗟𝗜𝗧𝗘𝗥𝗔𝗦𝗜 ─────── 𓍢ִ໋🀦
ᅠᅠᅠᅠBuka setiap hari, kecuali hari kiamat
ᅠᅠᅠᅠ(setengah hari). . . . ദ്ദി( ⎚-⎚ .ᐟ
ᅠ
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
“Aku laporin ke ibu aku, kalau kakak pelit!”
“Nggak takut. Suruh dia beliin lah.”
“Kata ibu, harus saling berbagi!”
“Kan itu kata ibu kamu, aku nggak punya ibu, kenapa aku harus berbagi.”
Sialan. Anak itu malah menangis semakin kencang. Kenapa, sih?
| :(
Replying to @Frostbount
“Aku laporin ke ibu aku, kalau kakak pelit!”
“Nggak takut. Suruh dia beliin lah.”
“Kata ibu, harus saling berbagi!”
“Kan itu kata ibu kamu, aku nggak punya ibu, kenapa aku harus berbagi.”
Sialan. Anak itu malah menangis semakin kencang. Kenapa, sih?
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
“Padahal gue cuma menolak ngasih chiki yang ada di tangan gue, kenapa dia harus sampe pamer kalau dia punya ibu?” Hatthaka menggerutu pelan, tetap keukeuh tak ingin memberikan cemilannya.
Ada juga, seharusnya dia yang menangis kencang karena tak punya Ibu.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Seporsi kekalahan baginya, melihat anak kecil menangis kencang berteriak memanggil ibunya.
“Ibu … ya?”
𝗦͟𝗜͟𝗡͟𝗚͟𝗞͟𝗔͟𝗧͟ 𝗖͟𝗘͟𝗥͟𝗜͟𝗧͟𝗔, makan siang hari ini mampir lagi ke warteg Bu Heni. Tumben juga warungnya tidak seramai biasanya, lauknya pun masih tersedia lumayan banyak. Jadi bisa milih menu sambil touchscreen layar kaca.
“Asik otak otak balado masih ada ya.”
“Nih mas, cobain mangga panen di rumah. Mangga mana lagi ini, dijamin manis.”
Wah, bahagia langsung penuhi hati saat lihat isi plastik berisi mangga delapan buah. “Loh, matur nuwun nggeh bu cantik, baik banget jadi seneng kan saya.”
“Syukur mas, buat temen makan siang ya.”
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Bila menolak, pukulan para pengasuh jatuh menggantikan belas kasih, walau tubuh kecilnya sedang rapuh dan nyaris tak sanggup berdiri.
Genap usianya sepuluh tahun, ia memilih pergi. Ke mana kaki itu akan membawanya, ia sendiri tak tahu. Ia hanya ingin menjauh dari tempat itu.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Alavi. Anak siapakah dia? Siapa perempuan yang melahirkannya? Ia sendiri tidak pernah tahu.
Ingatan pertamanya berawal dari panti asuhan yang tak pernah mengenal kehangatan. Sejak usia empat tahun, tangan mungilnya sudah dipaksa memikul pekerjaan kasar.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Pada akhirnya, semua akan terbuai oleh kebahagiaan yang tidak kekal itu.
Tapi, memangnya kenapa? Sekalipun kau berkata samsara ini tak berujung, hidup sebagai seorang manusia sangatlah singkat.
Biarlah aku berbahagia sejenak di detik ini.
HILMI RUMI GUMIRA. retweeted
Entah sampai kapan aku harus terus bersikeras mencengkram, hanya karena diri ini takut dengan konsep 'terjatuh'.












